Dalam laga yang berlangsung di Stadion KingPower, Minggu (2016/04/24) malam, Leicester tampil tanpa striker andalan mereka Jamie Vardy, yang menerima kartu merah di pertandingan melawan West Ham United. lini depan diisi oleh Shinji Okazaki dan Leonardo Ulloa.
AGEN DOMINO ONLINE
Meskipun tidak ada Vardy, Leicester masih bisa bermain Riyad Mahrez, andalan mereka untuk mencetak lebih banyak gol. Sebelum pertandingan, manajer Leicester, Claudio Ranieri, menyebutkan bahwa jika Mahrez terlihat baik, Leicester menjadi lebih hidup. Mahrez yang akhirnya membawa Leicester excel saat laga berjalan 10 menit.
Gol bermula dari kesalahan Swansea bek Ashley Williams, dalam membuang bola. Hendak melemparkan bola ke depan, Williams menyapu bukannya tubuh Mahrez. Selanjutnya, Aljazair winger berlari setelah bola ke kotak penalti, memegangnya, dan melepaskan tendangan kaki kiri dan kemudian kiper Swansea.
Setelah gol pembuka, Leicester terus menekan pertahanan Swansea. Namun, hanya 20 menit setelah gol pertama bahwa mereka bisa mencetak gol kedua.
Leicester mulai gol kedua dari tendangan bebas Danny Drinkwater dari sisi kanan pertahanan Swansea. Bola yang memantul ke kotak penalti dan kemudian disambut dengan sundulan oleh Ulloa, yang berada di pos dekat. Bola masuk ke gawang Swansea dan kiper mereka, Lukasz Fabianski, tidak bereaksi.
Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Swansea di babak pertama. Tidak upaya tunggal pada target bahwa mereka dapat menciptakan dalam paruh pertama laga.
Swansea tidak bola menguras masalah, tetapi mereka tidak bisa menembus pertahanan rapat Leicester. Setiap kali pemain Swansea menguasai bola, pemain Leicester cepat turun bertahan. Sering terlihat semua 11 pemain berada di area Leicester seluruhnya lapangan sendiri.
Akibatnya, dominasi penguasaan bola milik Swansea (61:39) sehingga tidak berarti apa-apa di babak pertama ini.
Di babak kedua, penentuan Leicester sekali lagi membuahkan hasil. Hanya ketika pertandingan memasuki menit ke-60, The Foxes mencetak gol ketiga mereka dalam pertandingan ini gol kedua melalui Ulloa.
Gol bermula dari sebuah serangan balik cepat yang dilakukan oleh Jeff Schlupp dari sisi kiri. Tak satu pun dari para pemain Swansea yang bisa menangkapnya sehingga Schlupp menghadapi Swansea bek tengah Ashley Williams. Awalnya, Schlupp berniat untuk memberikan bola ke Ulloa yang berada di tiang jauh, tapi Williams berhasil memblokir itu. Namun, Schlupp memiliki bola kembali dan melanjutkan niatnya untuk meneruskan Ulloa. Target itu langsung menceploskan bola dari sisi tiang jauh.
Swansea bisa mendapatkan kesempatan di menit ke-78. Dari tendangan sudut yang dieksekusi oleh Ki Sung-Yueng, Andre Ayew melompat dan kepala bola. Header hampir menjadi gol, jika tidak melenceng tipis di sisi gawang yang dijaga oleh Kasper Schmeichel.
Pada menit ke-79, Leicester kembali memanfaatkan kesalahan dalam pemain Swansea melakukan operan. Ulloa berhasil memotong bola dan memberikan umpan ke Schlupp. Schlupp kemudian berlari ke kotak penalti dan melepaskan tendangan keras, tapi tembakan itu masih melambung.
Semenit kemudian, Leicester mendapatkan kesempatan lain lewat serangan balik. Dari sisi kanan, terobosan dikirim ke Andy Raja yang berlari dari lini kedua. Sayangnya untuk Raja, tendangannya dari dalam kotak penalti saat kemudian masih bisa ditepis Fabianski. Bola rebound kembali menyambar, tapi lagi-lagi gagal; Tendangan raja melambung di atas mistar gawang.
Lima menit dari akhir, Leicester Swansea untuk mencari bersih untuk keempat kalinya. Marc Albrighton, yang masuk pada menit ke-82 menggantikan Schlupp, menjadi penghitungan printer. Tujuan ini tidak terlepas dari upaya pemain pengganti lainnya, Demarai Gray.
Dari belakang, Gray cepat berlari ke sisi kanan lapangan. Dia melanjutkan larinya ke dekat kotak penalti lawan, sebelum akhirnya melepaskan umpan silang ke kotak penalti, yang kemudian dipimpin oleh Raja. Menuju Raja berpaling ke Gray, yang segera meraihnya dengan tendangan. Gray masih bisa ditepis oleh Fabianski, namun bola rebound langsung menggebrak dengan Albrighton dari jarak dekat. 4-0.
Dengan kemenangan ini, Leicester semakin dekat dengan gelar juara. Mereka kini memimpin klasemen dengan skor 76, delapan poin di atas Tottenham Hotspur, yang akan bertanding melawan West Bromwich Albion besok-- dengan tiga pertandingan tersisa.
Sementara itu, Swansea adalah di tempat 15 dengan koleksi 40. Mereka tidak aman dari degradasi jerat.
tim
Leicester City: Schmeichel, Simpson, Morgan, Huth, Fuchs, Kante, Drinkwater, Schlupp (Albrighton 82), Mahrez, Okazaki (Gray 73), Ulloa (Raja 79).
Swansea City: Fabianski, Rangel, Taylor, Williams, Fernandez, Fer (Paloschi 45), Cork, Britton, Sigurdsson (Ki 76), Routledge (Montero 45), Ayew.
No comments:
Post a Comment